[BACA BUKU] Pulang

[BACA BUKU] Pulang

Penulis - Leila S. Chudori
Judul - Pulang 

Tertarik baca buku ini karena dapet rekomendasi dari teman. Katanya bagus. Akhirnya saya pinjem buku ini di Perpustakaan Salman di Masjid Salman ITB.

Sampul bukunya agak-agak seram menurut saya. Saya baca yang sampulnya warna merah-hitam dengan ilustrasi orang sedang duduk di kursi (kayaknya ya). Mungkin karena cerita ini mengambil latar peristiwa berdarah tahun 1965 di Indonesia makanya cover buku ini dibuat untuk memberi kesan muram. 
Seperti yang saya sebut sebelumnya peristiwa 1965 alias G30S/PKI menjadi latar belakang kisah di sini. Bukan spesifik ke kronologi peristiwa tersebut, tetapi lebih ke dampak peristiwa tersebut terhadap anggota PKI, keluarga anggota PKI, dan yang diduga dekat dengan anggota PKI. Meskipun ini merupakan buku fiksi, tapi daftar riset yang dilakukan cukup membuat yakin bahwa ini merupakan keadaan sesungguhnya para tahanan politik saat itu. Bahkan penulis sempat mewawancarai Sobron Aidit, adik D. N. Aidit, tokoh PKI yang mungkin kalian sangat tau. Restoran Indonesia miliknya di Paris menjadi salah satu latar cerita yang diramu oleh Leila.

Buku ini mengenalkan saya  tentang istilah tapol/tahanan politik. Luka sejarah di tahun 1965 itu begitu dalam membekas. Para jenderal dibunuh, buntut peristiwa itu menyebabkan seluruh simpatisan PKI diburu dan menyandang gelar tapol, keluarga mereka pun tak luput. Bahkan di kartu tanda penduduk saat itu ada tambahan 'ET' alias 'Eks Tapol' untuk menandai orang-orang yang pernah bermain-main dengan PKI. Kenapa ditandai? Agar mereka tidak bisa diterima menjadi PNS, karyawan BUMN, guru, TNI, dan segala profesi yang berpotensi untuk 'memprovokasi'. Gerakan sapu bersih namanya.

Baca: [BACA BUKU] Bumi Manusia

Buku ini berkisah tentang seorang tokoh bernama Dimas Suryo. Pekerja di dunia jurnalistik. Berkawan dengan pengikut aliran komunisme sekaligus nasionalis. Tokoh dengan pendirian abu-abu, netral, nonblok. Tapi sayangnya tidak ada kata netral di tahun 1965. Kamu kalau bukan nasionalis, ya komunis berarti. Titik. Akhirnya dia terseret menjadi tahanan politik yang luntang-lantung di negeri orang. Tertolak ketika begitu besar keinginan untuk kembali ke Indonesia. Tapi jangan khawatir, Dimas Suryo akhirnya bisa menyatu dengan tanah yang begitu dicintainya.

Lintang Utara, putri Dimas Suryo, mendapat kesempatan untuk menelisik apa itu Indonesia. Apa itu Indonesia yang nasi kuningnya begitu enak di lidah. Apa itu Indonesia yang kebayanya begitu indah disandang para wanita. Apa itu Indoneisa yang menyimpan misteri kehidupan masa lalu Dimas Suryo. Apa itu Indonesia ... yang selama ini menolak keberadaannya dan ayahnya. Lintang dikisahkan dalam proyek skripsinya untuk membuat film dokumenter mengenai peristiwa 1965. Penuturan para korban dan pihak berwenang. Tapi tak disangka, Lintang datang pada era reformasi. Mei 1998. Saat Indonesia kembali bergolak. Meradang rakyatnya karena pemerintahan orde baru. Dia terlibat dengan aksi-aksi mahasiswa saat itu sekaligus mengulang sejarah 'cinta pada pandangan pertama' yang dulu juga terjadi pada ayah dan ibunya.

Baca: [BACA BUKU] Ganti Hati: Tantangan Menjadi Menteri

Tentang kehidupan, tentang politik, tentang cinta. Novel ini mengajarkan apa makna terus melalang buana dan apa makna berlabuh. Tepatkah jika kita terus berlayar bebas? Ataukah ada suatu masa ketika kita harus menancapkan jangkar?

To be honest, di bagian akhir saya ikutan mewek. Saya merasa sangat relate, gimana rasanya pengen pulang tapi nggak bisa. Padahal rumah saya cuma lintas provinsi, ini ceritanya lintas benua. Bahkan Indonesia rumahnya menolak kedatangannya. Bukan Indoneisanya sih, pemerintahnya. :"

Novelnya bagus, aku suka. Latar peristiwanya agak berat jadi mungkin cocoknya buat yang remaja-remaja dan dewasa sih ya.

Ayo baca baca!