Buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya tertangkap, Senin (7/2/2022) malam.
Sejak 2016, Dinas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah memang telah mencoba menyelamatkan dan melepaskan ban dari leher buaya tersebut.
Beberapa usaha di antaranya dengan jala yang diberi pemberat dan menggunakan kerangkeng, namun gagal.
Selain BKSDA Sulawesi Tengah, sejumlah pihak telah mencoba untuk menaklukkan buaya tersebut.
Akan tetapi, orang-orang yang dikenal mahir menaklukkan buaya itu pun gagal.
Buaya liar yang lehernya terlilit ban bekas terlihat di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, pada 15 Januari 2020. (Kompas.com)
Salah satunya Matthew Nicholas Wright alias Matt Wright, pengisi acara dalam salah satu program di National Geographic.
Ia memang berpengalaman dalam pemindahan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman warga.
Dalam laman mattwright.com.au, Matt disebut sudah menangkap puluhan buaya.
Matt dua kali datang ke Palu untuk mencoba menangkap buaya tersebut, tapi selalu gagal.
Upaya Matt adalah dengan membuat perangkap ukuran panjang 4 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 1 meter.
Buaya liar yang lehernya terlilit ban bekas terlihat di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, pada 15 Januari 2020.
Jebakan dipasang di Jembatan 2, Jalan Gusti Ngurah Rai, Kota Palu, dengan menggunakan umpan satu ekor bebek hidup.
Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil.
Selain Matt, ada Panji Petualang yang juga mencoba untuk menaklukkan buaya tersebut pada 2018.
Namun, saat itu Panji masih kesulitan menentukan cara menangkap buaya tersebut.
"Kita bisa saja pakai pancing dengan menggunakan umpan daging, cuma posisinya kalau pakai kail takutnya mulut buaya bisa terluka. Atau bisa juga saya berenang sampai onggokan pasir di mana buaya berkalung ban itu berjemur, kemudian kita jerat pake tali. Cuma memang risikonya besar," ujar Panji, Minggu (21/1/2018).
Ada juga Forrest Galante, pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animal Planet, yang berupaya menangkap buaya itu pada tahun 2020.
Saat coba menangkap buaya, Forrest tidak hanya dibantu tim dari Discovery Channel.
Ada seorang pakar buaya bernama Jamal (45) yang ikut dalam timnya.
Namun, upaya Forrest juga menemui kebuntuan.
Ditangkap Hili, warga Sragen
Buaya yang sempat jadi perhatian masyarakat itu ditangkap oleh Hili, warga Sragen, Jawa Tengah.
Sebelum ditangkap Hili, sejumlah pihak telah mencoba untuk menaklukkan buaya tersebut.
Hingga akhirnya Hili, warga asal Sragen, Jawa Tengah, datang ke Palu, mencoba menangkap buaya itu dan berhasil.
Hili mengatakan, sudah tiga pekan mencoba menangkap buaya berkalung ban itu.
Setiap sore, dia memasang umpan yang terikat tali ke sungai sekitar.
Ujung tali lainnya diikat pada batang kayu besar yang ada di sekitar sungai untuk memudahkannya menarik buaya saat umpan itu berhasil dimakan.
Merpati atau ayam biasa digunakan menjadi umpan. Senin petang, Hili kembali memasang umpannya dan berhasil menangkap buaya itu.
Dia tak sendiri, warga setempat yang menonton aksi Hili turut membantu.
"Saya memang mau menangkapnya karena kasihan. Buaya itu terlilit ban selama bertahun-tahun," ucap Hili.
Saat buaya berhasil ditarik ke darat, Hili dengan sigap mengikat buaya itu.
"Sempat lepas dua kali dari umpan, setelah maghrib baru berhasil," ucap Hili.
Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul: Penampakan Ban yang Melilit Leher Buaya Viral di Palu

