Bagaimana Mahir Menulis Menjadi Suatu Cara Berkomunikasi Efektif dengan Mempelajari 6 Ciri Tulisan yang Baik dari Adelstein & Pival

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Selain itu, menulis adalah suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif, artinya kegiatan yang menghasilkan sebuah karya (tulisan) dan menyampaikan banyak ekspresi yang interpretatif. Oleh karena itu, seorang penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Perlu diketahui bahwa keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis begitu saja, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang intensif dan teratur.

Sebagai bentuk keterampilan, tulisan yang baik tentu harus memiliki ciri-ciri, sebagai berikut.

  1. Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis menyusun bahan-bahan yang tersedia menjadi suatu keseluruhan yang utuh.
  2. Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis mempergunakan nada yang serasi.
  3. Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis untuk menulis dengan jelas dan tidak samar-samar: memanfaatkan struktur kalimat, bahasa, dan contoh-contoh sehingga maknanya sesuai dengan yang diinginkan penulis.
  4. Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis untuk mengkritik naskah tulisannya yang pertama serta memperbaikinya agar menjadi tulisan yang tepat-guna dan efektif.
  5. Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis untuk menulis secara meyakinkan: menarik minat pembaca serta mendemonstrasikan suatu pengertian yang masuk akal dan teliti.
  6. Tulisan yang baik mencerminkan kebanggaan penulis dalam naskah atau manuskrip yang mempergunakan ejaan dan tanda baca secara saksama, memeriksa makna kata dan hubungan ketatabahasaan dalam kalimat-kalimat sebelum menyajikannya kepada para pembaca. (Adelstein & Pival, 1976 ; xxi).

Materi lainnya, yakni komunikasi. Seperti apa yang kita pelajari, komunikasi merupakan suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan yang pasti terjadi sewaktu-waktu bila manusia ingin berkenalan dan berhubungan satu sama lain. Komunikasi acapkali diartikan sebagai suatu campuran dari dua atau tiga dimensi (visual, oral, dan tulis) yang demi kemudahan dan kesederhanaan biasanya diperbincangkan secara terpisah. Namun demikian, komunikasi lisan dan tulis sangat erat hubungannya karena sifat penggunaannya yang saling berkaitan dalam bahasa.

Lantas, bagaimana proses menulis sebagai suatu cara berkomunikasi efektif. Dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Setiap penulis mempunyai pikiran atau gagasan yang ingin disampaikan atau diturunkan kepada orang lain, dengan cara menerjemahkan ide-idenya ke dalam sandi-sandi lisan yang selanjutnya diubah menjadi sandi-sandi tulis. Kemudian sandi tulis tersebut direkam dengan memanfaatkan sejumlah sarana mekanis yang dapat diteruskan atau disebarkan kepada orang lain (pembaca) melintasi ruang dan waktu.
  • Pikiran atau gagasan penulis tersebut sampailah kepada pihak pembaca berupa tulisan, yang kemudian diterjemahkan dari sandi tulis menjadi sandi lisan kembali dan mendapatkan serta menentukan kembali pikiran atau gagasan penulis. Akhirnya, pembaca memahami pikiran atau gagasan tersebut.
Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Alton C. Morris beserta rekan-rekannya bahwa, "Tulisan yang baik merupakan komunikasi pikiran dan perasaan yang efektif. Semua komunikasi tulis adalah efektif atau tepat-guna."

Dari uraian tersebut di atas dapat kita pahami bahwa media tulis atau keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam proses komunikasi efektif yang harus dikuasai dengan baik hingga tingkat mahir.