Rumah musisi Anang Hermansyah dan Ashanty mendadak heboh. Ini karena ulah Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar.
Bahkan, Ashanty sampai kabur keluar rumah gara-gara ulah Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.
Padahal kala itu, Ashanty datang bersama Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel ke rumah sang youtuber.
Kejadian tersebut terekam dalam konten video di kanal YouTube AH milik Atta Halilintar pada Kamis, 9 September 2021.
Awalnya, Ashanty, Azriel dan sang kekasih Sarah Menzel mengunjungi rumah Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar.
"Hari ini rumahku kedatangan Azriel, Sarah dan Bunda Ashanty," kata Atta Halilintar.
Atta Halilintar pun tampak kegirangan saat itu lantaran baru saja mendapat hadiah kucing lucu dari sang istri, Aurel Hermansyah.
"Tapi hari ini, ada yang beda guys, karena ada kucing baru pemberian istriku sayang. Ya ampun.
"Katanya ini hadiah spesial buat aku. Sekalian aja aku kenalin kucing baruku ini sama mereka," sambungnya.
Namun, ketegangan langsung terjadi usai Ashanty melihat kucing itu. Bukannya mendekat untuk berkumpul, dirinya malah menjaga jarak.
Istri musisi Anang Hermansyah ini ternyata sangat takut dengan kucing. Ashanty malah sampai kabur ke luar rumah.
"Tapi, eh tapi nih guys ya, ternyata Bunda Ashanty takut banget guys sama kucing.
"Sampai kabur dari rumah, sampai lari ke depan, sampai pusing guys muter-muter guys. Ya ampun, lucu banget guys," ungkap Atta Halilintar.
Saat kembali muncul dari balik pintu, Ashanty masih ogah mendekati Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar.
Memilih tetap menjaga jarak sebelum kucing itu masuk kandang, Ashanty mengaku trauma pada kucing.
"Dia pasti galak kan. Gimana ya trauma sama kucing. Pengin loh aku nggak trauma, padahal lucu ya," ucap Ashanty.
Melihat mertuanya sampai kabur ke luar rumah, Atta Halilintar malah menertawakan aksi Ashanty di rumahnya.
"Bunda sampai lari guys terpontang-panting guys. Padahal kucing ini kan menggemaskan, kecil dan bahkan dia yang takut sama manusia ya mestinya.
"Kenapa mereka yang takut sama kucing ya. Aduh lucu banget Bunda ini, bener-bener gemes banget," tandas Atta Halilintar soal Ashanty yang kabur dari rumah.
Begini Cara Mengatasi Rasa Takut pada Kucing
Beberapa orang memiliki ketakutan atau fobia pada kucing. Kondisi ini disebut ailurofobia.
Fobia kucing dapat terjadi akibat dari peristiwa traumatis, seperti diserang kucing atau mengalami pengalaman negatif lainnya yang bersifat psikologis.
Menurut Psycom, fobia kucing cenderung dapat berkembang secara spesifik di antara anak-anak yang berusia 7 dan 11 tahun, meskipun sebenarnya fobia ini bisa saja terbentuk pada usia berapa pun.
Adapun gejala fobia kucing yang mungkin muncul pada seseorang, antara lain:
� Ketakutan dan kecemasan yang intens saat berada di dekat atau memikirkan kucing.
� Sadar bahwa ketakutan itu tidak rasional, tetapi merasa tidak berdaya untuk mengatasinya.
� Kecemasan meningkat saat mendekati kucing.
� Menghindari kucing bila memungkinkan.
� Mengalami reaksi fisik, termasuk berkeringat, kesulitan bernapas, pusing, dan detak jantung yang cepat.
� Anak-anak dengan fobia kucing mungkin akan menangis atau menempel pada orangtuanya saat melihat kucing.
Orang-orang dengan ailurophobia dapat diidentifikasi ke dalam dua kelompok.
Menurut profesor psikologi Dr Martin Antony, kekhawatiran yang mendasari individu dengan fobia kucing berbeda-beda.
Beberapa orang merasakan takut akan bahaya. Misalnya, takut diserang, dicakar, dan lainnya. Namun, bagi yang lainnya perasaan itu lebih merupakan reaksi jijik.
Dia juga mengungkapkan bahwa potensi keparahan ailurophobia dapat memengaruhi kehidupan seseorang dengan berbagai cara.
Jika banyak orang melihat perilaku aneh kucing tidak berbahaya, orang dengan ailurophobia melihat perilaku seperti kucing berlari-lari di ruangan sebagai sesuatu yang mengancam.
Sejumlah subjek yang diwawancara untuk artikel di laman Your Cat mengatakan mereka ketakutan dengan gerakan tak terprediksi kucing, seperti melompat atau menggaruk.
Selain itu, mereka juga merasakan sensasi ketakutan secara fisik seperti menelan bulu kucing, sehingga sangat sering mengecek peralatan makan, gelas, dan benda lainnya sebelum digunakan karena takut terkena bulu kucing.
Meski kucing dianggap sebagai hewan yang lucu, namun beberapa orang memiliki ketakutan terhadap hewan berbulu ini.
Mengatasi fobia kucing
Meskipun tidak ada obat untuk ailurofobia, ada cara untuk mengelolanya secara konstruktif.
Dalam Psychology Today, psikiater Dr Fredric Neuman mencatat bahwa fobia hewan lebih mudah dikendalikan daripada jenis fobia lainnya.
Dia merekomendasikan beberapa perawatan untuk fobia kucing yang meliputi:
� Membaca segala hal tentang hewan, khususnya yang berkaitan dengan kucing.
� Bermain dengan hewan mainan yang berbentuk kucing.
� Mengamati kucing dari kejauhan.
� Belajar bagaimana menangani kucing.
� Menyentuh kucing (jika mungkin) dengan pengawasan.
Dalam kasus parah, penderita ailurofobia tidak sanggup melihat kucing ada dalam pandangan mereka karena menyebabkan kecemasan parah.
Sehingga, diperlukan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk mengatasi fobia kucing dan biasanya memerlukan bantuan terapi pemaparan, serta terapi perilaku kognitif.
Jika seseorang yang kita kenal menderita ailurophobia, kita dapat membantu dengan mengakui ketakutannya tersebut.
Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan berbicara tentang bahasa tubuh kucing dan apa arti dari gerakan-gerakan khas kucing yang dianggap berbeda.
Selain itu, bukan kebetulan bahwa kucing cenderung mendekati orang-orang yang bukan pencinta kucing ketika berada di satu ruangan.
Cat-World Australia menjelaskan, seseorang yang tidak suka kucing duduk dengan tenang dan menghindari kontak mata dengan kucing serta berharap kucing itu menjauh.
Namun, itulah sebabnya mengapa kucing malah akan langsung menuju ke orang yang diam dan tidak melakukan interaksi dengannya.
Jadi, jika memelihara kucing di rumah dan teman kita yang memiliki fobia kucing berkunjung, sebaiknya letakkan kucing tersebut di ruangan lain selama teman kita masih ada di rumah.
Dengan kesabaran dan pengertian, kita dapat membantu orang-orang dalam hidup kita mengatasi ketakutannya, termasuk takut kucing.
(Banjarmasinpot.co.id/Kristin Juli)
