| WEIRD GENIUS, Credir pic from their instagram account |
Kita semua memiliki bakat, benarkan? Adalah pertanyaan yang bergelayut dipikiran saya beberapa hari ini. Di sela menunggu jam buka puasa sambil menggoreng kulit ayam crispy pesanan Pak Suami, saya putar beberapa lagu melalui youtube.
Secara Tidak sengaja saya menemukan video musik dari LATHI & SWEET SCAR w/ WEIRD GENIUS & NI/CO. Seketika saya merinding dan gak berhenti takjub dengan aransement lagu lathi versi yang ini. Selain Lathi versi Sweet Scar x Weird Genius ini, saya juga dihibur Penyanyi yang sedang viral yaitu PAMUNGKAS dengan lagu hitsnya To The Bone lantas di tutup lagunya TERSIMPAN DI HATI - Eka Gustiwana (ft. Prince Husein & Sara Fajira). Saya makin merinding cuy!!
Tiba-tiba Pak Suami nongol ntah darimana dan komen,
“ Ini ndaaaa, si Pamungkas yang lagi viral itu! “
“ wah, iya aku udah denger. gila keren pisan! “jawab saya
“ Iya, aransement musiknya bagus, smooth terus benang lah kanu hate! “ jawabnya sengit
“ Iya Ndaa. terus ini lagu lathi versi nya Sweet Scar x Weird Genius, genius pisan Ya Allah! keren pisan. eh ini si weird genius eka gustiwana itu kan? yang nongol di billboard Times Square New York, Amerika Serikat tea? “ Sahut saya
“ Iya!!! keren pisan nyak? genius emang! “
“ Kok bisa sih bikin lagu siga kieu? bisaan gitu ngeracik nada, nempatin nada dan apalah aku teu ngarti “ tanya saya heran,
“ Anugerah! “ jawabnya singkat
“ Ah ndaa mah! yang bener! masa anugerah! bakat meureun diasah dari kecil! “ jawab saya
“ Bukan ndaa, gift alias anugerah! beda sama bakat. nya eta mah udah dikasih we anugerah kelebihan bisa bikin nada, ngeransement nada sebagus itu. eta teh butuh feel yang luar biasa. siga eta si Gerald Liu yang punya anugerah mah! kayanya bunyi kentongan di galon aja dia bisa tau itu nadanya apa. bukan alat musik lho! “ jelas Pak Suami
saya melongo, takjub dan gak habis pikir. Ah teori saya mengenai bakat selama ini hancur berkeping-keping! Lebay, wkwkwkwk
Iya, selama ini saya meyakini kalo yang namanya bakat itu gak ada. Yang ada minat dan latihan terus jadi skill yang terus diasah sampai akhirnya bisa, hal ini tentu didukung lingkungan keluarga dan pertemanan yang kondusif. Misal, keluarga seniman ada kemungkinan anaknya jadi suka juga dengan dunia seni.
Saya jadi ingat, beberapa tahun yang lalu saya pernah menanyakan hal yang sama terkait salah satu band post rock favorit kami berdua yaitu Explosion in the sky. Percakapan di pagi hari sembari nonton Lone Survivor,
" Ndaa, kenapa sih si explosions bisa bikin lagu enak pisan. Gak banyak nada ribet tapi kena! " tanya saya
" Cuman 1 ato 2 ya? klo nonton konser mereka gak perlu liat mereka, cukup dengerin aja. Nikmatin " Jawab pak suamik
" iya betul. Kok bisa sih?" Tanya saya
" Anugerah Tuhan " jawab pak suamik,
Saya, " (-_-) heemmmm "
See, jawaban Pak Suami selalu sama. Bahkan beliau menambahkan, kalau seorang kurt cobain itu suaranya fals dan main gitarnya jelek. Tapi kenapa coba kalau udah performance walau dia cuman jreng standar begitu nyanyi bisa langsung kena di hati yang denger? ya itu anugerah namanya!
Jadi, benarkah seseorang itu emang gak punya bakat? misal menggambar,main musik, jenis olahraga tertentu atau menulis? segitu pentingkah sebuah gift atau anugerah bagi perkembangan skill?
Saya mau coba mengurai permasalahan ini, kita sedikit berteori. Jangan ngantuk ya, hihihihi
Apa Itu Bakat?
Ada banyak sekali definisi bakat yang saya temukan di dunia maya, salah satunya adalah menurut situs gurupendidikan yang menyatakan bahwa,
Bakat merupakan suatu kemampuan yang telah dimiliki oleh setiap manusia untuk mempelajari sesuatu dengan sangat cepat dalam waktu yang pendek dibandingkan dengan orang lain dan memiliki hasil yang lebih baik pula. Bakat telah dimiliki oleh setiap manusia dia lahir ke dunia ini.
Sementara definisi bakat berdasarkan beberapa ahli adalah sebagai berikut :
- KBBI : Bakat merupakan dasar “kepandaian, sifat dan pembawaan” yang dibawa sejak lahir.
- Freeman (1963) : Bakat adalah sifat – sifat yang memberi petunjuk akan adanya kemampuan yang dimiliki seseorang, yang dengan melalui latihan – latihan dapat direalisir menjadi kemampuan – kemampuan yang nyata, terutama dalam bidang – bidang khusus, misalnya dalam bidang bahasa, seni musik dan bidang teknik.
- Bingham (1968) : Bakat merupakan kondisi atau kemampuan yang dimiliki seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus dapat memperoleh suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, missal kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik atau menciptakan musik.
- Crow dan crow (1989) : Bakat merupakan kualitas dalam diri manusia yang memiliki tingkatan beragam dan berbeda.
- Conny Semiawan dkk (1984) : “Bakat sebagai aptitude biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potensial ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih”.
Kesimpulannya memang benar ternyata, bakat merupakan kemampuan khusus yang dimiliki seseorang sejak dia lahir.
Darimana sih bakat itu berasal?
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mencari tahu melalui situs kompas mengenai bakat yang menyatakan bahwa,
Saat manusia lahir manusia akan memiliki 100 miliar neuron. Tiga bulan neuron yang kita miliki tersebut berkomunikasi satu sama lain dan membentuk jalinan yang dinamakan dengan axon.
Ketika jalinan terbentuk, sebuah sinapsis pun otomatis terbentuk hingga pada usia tiga tahun, setiap 100 miliar neuron tersebut telah menciptakan jaringan sinapsis dengan neuron lainnya. Nah, koneksi antar neuron inilah yang menjadi awal mula munculnya bakat. Misal, anak suka bermain bola hingga tampak tidak bosan, bermain gitar tiada henti, menggambar hingga berjam-jam setiap hari.
Tetapi, benarkah itu bakat? perlu digaris bawahi bahwa sign atau tanda yang kita anggap sebagai bakat yang muncul pada anak usia dua atau tiga tahun tersebut , hal itu akan menjadi bakat atau tidak akan sangat tergantung pada minat anak kelak. Tetapi “bibit” bakat itu sudah ada.
Hal ini akhirnya membuktikan bahwa setiap jalinan sinapsis akan terus mendorong diri untuk tidak henti melakukan apa pun yang kita mau terkait minat kita. Melalui latihan, dorongan atau support serta arahan akan menggiring benih bakat sehingga anak akan fokus pada satu minat saja.
Bagaimana kalau saya sudah dewasa? apakah saya memiliki bakat terpendam? saya rasa punya mengingat penjelasan diatas. Benih bakat sepertinya akan muncul jika kembali dibangkitkan dan diasah melalui latihan. Misal, tiba-tiba di usia yang sudah 30 tahun minat untuk menggambar. Melalui latihan yang konsisten dan belajar teknik menggambar, bakat akan muncul dan skill akan terbentuk.
Tetapi apakah ini merupakan bakat atau kemampuan yang diasah? bisa jadi keduanya. tapi untuk lebih paham, yuk simak jenis-jenis bakat berikut ini.
Jenis-jenis bakat
- Bakat umum : merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
- Bakat khusus : merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, pemimpin, penceramah, olahraga.
Jadi, meskipun bakat ini muncul setelah dewasa ternyata masih bisa dimunculkan di rangsang melalui berbagai macam latihan yang konsisten. Lantas apa saja sih faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat?
Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat
Interaksi dalam diri dan Lingkungan
Bakat dapat berkembang melalui sebuah proses interaksi dari dalam diri dan lingkungannya. Jika kedua faktor ini saling mendukung maka bakat yang ada akan dapat berkembang secara optimal.
Minat
Benih bakat yang muncul sejak lahir dan terlihat pada usia balita hanya akan berkembang hingga batas – batas tertentu jika tidak disertai minat yang cukup tinggi terhadap bidang atau hal yang sesuai dengan bakat tersebut.
Motivasi
Suatu bakat tidak akan berkembang bila diri tidak memiliki motivasi , karena motivasi erat kaitannya dengan daya juang seseorang untuk mencapai suatu tujuan, bagaimana memahami konsep diri, rasa percaya diri, keteguhan dan konsistensi dalam mengembangkan bakat.
Bakat, skill atau anugerah apakah berkorelasi?
Seperti yang saya ceritakan di awal artikel mengenai percakapan saya dengan Pak Suami mengenai bakat dan anugerah, ya tentu ada hal yang tidak bisa kita pungkiri kalau seseorang ada kemungkinan akan memiliki gift atau anugerah khusus terkait bakat.
Kalau saya sih bilangnya sense ya. Orang yang dianugerahi kelebihan dari bakatnya memiliki sense yang berbeda dengan orang kebanyakan dengan bakat yang sama.
Seperti salah satu member Weird Genius yaitu Gerald Liu yang timeline twitternya selalu muncul di beranda saya karena saya sengaja mengaktifkan notifikasi update twitter dari Gerald.
Gerald adalah salah satu musisi yang berbakat dengan anugerah pendengaran yang luar biasa. Bagaimana bisa seorang gerald mengetahui suatu nada hanya dari dentuman, petikan atau pukulan sekalipun? saya mengamini ucapan Pak Suami kalau itu anugerah khusus.
Gerald kecil mungkin sudah memiliki bakat terhadap musik, lingkungan mendukung dan melalui latihan skill nya terbentuk. Sense of music nya terbentuk dan dengan luar biasa mampu mengenali nada bahkan nada sumbang sekalipun. Nah, sense ini muncul karena Gerald rupanya sudah banyak makan asam garam dalam dunia musik. Gerald berprofesi sebagai Dj dan pernah ajang musik EDM The Remix Season 2 di NET dan keluar sebagai runner up. Gerald juga aktif sebagai produser musik rapper.
Selain Gerald, partnernya di Weird Genius yaitu Eka Gustiwana juga memiliki anugerah yang sama dalam dunia musik. Bagaimana seorang Eka akhirnya bisa menjadi produser weird genius dan menciptakan musik yang memang jenius?
Dikutip dari Kuyou.id, Eka Gustiwana lahir di Jakarta pada 1 Agustus 1989 yang sudah jatuh cinta dengan musik sejak usianya 11 tahun dimana pada saat itu, ayahnya memperkenalkannya dengan gitar dan digital audio workstation. setelah lulus SMA, eka bermain keyboard di kafe-kafe. Sejak saat itu eka konsisten terjun di dunia musik dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi musik hingga membuat musik jingle.
Saya Rasa, bakat yang muncul di usia 11 tahun ini lantas di asah dan terus diasah sehingga seorang eka memiliki anugerah sense of music diatas rata-rata.
Apakah saya bisa memiliki bakat dan anugerah?
Salah satu sahabat blogger saya, kak Tri pernah membuat status twitter yang membuat saya ingin merespon twitternya ( dalam artian mensupport ya ) yang intinya menyatakan bahwa “ kalau gak ada bakat bisa menggambar gak sih? “
Terus saya jawab, “ Semua punya bakat kok, aku sih gak terlalu percaya bakat ya. Yang utama adalah minat dan mau latihan. Lama - lama skill nya pasti ke bentuk kak “
Yess, ini yang saya yakini di awal. Dan masih meyakini hal ini sampai sekarang. Terkait anugerah, saya memang setuju dengan pendapat Pak Suami tetapi saya juga memahami bahwa anugerah terbentuk bukan tanpa proses. Skill yang mumpuni tidak muncul seperti sihir yang ojol-ojol ada. Tetapi melalui proses latihan dan belajar yang dilakukan terus menerus sehingga sense itu muncul dengan sendirinya.
Jadi percuma sih kalau punya bakat atau anugerah tapi gak dilatih dan gak diasah. Bakatnya akan jadi sia-sia dan gak berarti apa - apa. Nah hal ini lah yang akan mengalahkan mereka yang punya kegigihan dan tekad kuat serta konsistensi untuk berhasil dan sukses.
Kesimpulan
Memang, beberapa orang di dunia ini memilki bakat yang diasah dan dilatih secara terus menerus ditambah diberikan anugerah lebih atau anugerah ini terbetuk karena ditempa sejak lama, sejak kecil melalui proses yang panjang dan tidak mudah.
Tetapi bukan berarti kita yang merasa tidak memilki bakat emang gak ada bakat. Bakat itu ada kok, buktinya Eka Gustiwana baru berminat terhadap musik di usia 11 tahun.
Jadi, jangan berkecil hati jika kita merasa “ duh saya gak bakat!” atau “duh saya mah gak bisa” , karena selama ada minat dan motivasi yang kuat bakat itu akan muncul dengan sendirinya dan sense juga akan terbentuk. Saya sudah berusia lewat 30 an nih, masih bisa gak ya? tentu bisa! tidak ada kata terlambat untuk memulai.
Yuk gali minat, asah minat dengan belajar ilmunya dan terus latihan setiap hari. Bukan hanya dalam dunia seni, tetapi menulis, olahraga, fotografi dan lain sebagainya. Jika kita konsisten, jalan kesuksesan hanya soal proses dan waktu,
Semangat ya!
Salam Artjoka.
translate :
translate :
benang lah kanu hate! : kena di hati
siga kieu? : kaya gini
teu ngarti : gak ngerti
meureun : mungkin
eta teh : itu
ojol-ojol : tiba-tiba
