Beredar sebuah informasi jarum suntik atau spuit yang digunakan untuk memvaksin Presiden Joko Widodo berbeda dengan yang ada di kemasan vaksin Covid-19 Sinovac. Narasi ini beredar di media sosial facebook.
Akun facebook atas nama Kimberly Rebecca membagikan informasi ini. Dalam unggahannya ia menampilkan pembanding dua foto spuit (jarum suntik) yang disuntikkan ke lengan Presiden Joko Widodo dengan jarum suntik yang ada di kemasan vaksin Sinovac.
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim jarum suntik atau spuit yang digunakan untuk memvaksin Presiden Joko Widodo berbeda dengan yang ada di kemasan vaksin Covid-19 Sinovac adalah salah. Faktanya, foto vaksin Sinovac yang terdapat spuit (jarum suntik) adalah kemasan untuk uji klinis, sementara untuk kemasan edar hanya terdapat botol dosis tunggal / sekali pakai.
Dilansir turnbackhoax.id, vaksin Sinovac yang akan digunakan untuk vaksinasi (jika telah mendapatkan UEA dari BPOM) memiliki kemasan yang berbeda, tidak ada tulisan “Only for Clinical Trial”. Dalam kemasan vaksin uji klinis, juga terdapat wadah vaksin sekaligus jarum suntik. Sementara dalam kemasan vaksinasi, hanya terdiri dari vial single dose.
Dilansir dari situs resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vial single dose (botol dosis tunggal atau sekali pakai) adalah botol obat cair yang ditujukan untuk pemberian parenteral (injeksi atau infus) yang dimaksudkan untuk digunakan pada satu pasien untuk satu kasus, prosedur, injeksi. Botol dosis tunggal atau sekali pakai diberi label seperti itu oleh pabrikan dan biasanya tidak memiliki pengawet antimikroba.
Dilansir kompas.com, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, informasi itu tidak benar atau hoaks.
"Tidak (tidak benar). Itu hoaks. Kemasanannya (yang dibicarakan netizen) salah," ujar Nadia.
Presiden Joko Widodo menjalani vaksinasi covid-19 menggunakan vaksin Sinovac di teras Istana Merdeka Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021. Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin korona.
Vaksinator yang menyuntik adalah Wakil ketua dokter kepersidenan Prof Abdul Mutalib.
"Tadi pertama menunjukkan vaksin Sinovac dan setelah disuntik tidak ada merasa sakit sedikit pun Alhamdulilah berhasil menyuntik Bapak Presiden tanpa rasa sakit," kata Abdul Mutalib.
Kesimpulan:
Klaim jarum suntik atau spuit yang digunakan untuk memvaksin Presiden Joko Widodo berbeda dengan yang ada di kemasan vaksin Covid-19 Sinovac adalah salah. Faktanya, foto vaksin Sinovac yang terdapat spuit (jarum suntik) adalah kemasan untuk uji klinis, sementara untuk kemasan edar hanya terdapat botol dosis tunggal / sekali pakai.
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
SUMBER : https://www.medcom.id
