Bantuan sosial atau bansos adalah salah satu bentuk perhatian dan bantuan dari pemerintah, untuk masyarakat yang saat ini mengalami kendala ekonomi terdampak pandemik COVID-19 yang melanda 10 bulan ini.
Upaya pemerintah terus dilakukan agar bansos dapat terealisasikan sesuai target. Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pencairan bansos akan rampung pada Januari 2021, dan penerimanya akan terus dipantau dalam penggunaan bantuan tersebut.
1. Realisasi bansos sudah mencapai 98,54 persen
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras mengatakan, terhitung hingga 28 Desember 2020, bansos yang telah direalisasi dari sektor perlindungan sosial sudah terserap 98,54 persen, yang setara dengan Rp125,35 triliun dari target Rp127,2 triliun.
"Data per 28 Desember 2020 realisasi anggaran sudah mencapai 98,54 persen dari target yang direncanakan," kata Hartono dalam siaran tertulis, Rabu (30/12/2020).
2. Penyaluran bansos sembako mulai disalurkan Januari 2021
Risma menegaskan program bansos 2021 harus sudah disalurkan kepada penerima pada pekan pertama Januari 2021. Calon penerima bansos sudah hampir final dan data yang ada akan dikembalikan lagi ke pemerintah daerah wilayah masing-masing.
“Itu (data) harus kembali ke pemerintah pusat 1 Januari. Kita gak ada libur karena saya ingin sampaikan sesuai instruksi Pak Presiden bahwa minggu pertama Januari bantuan ini sudah bisa diberikan penerima manfaat bantuan,” ujarnya.
3. Bantuan sosial tunai sebesar Rp300 ribu per bulan
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp300 ribu mulai Januari 2021. Bantuan tunai ini akan terus dipantau melalui website resmi Kemensos untuk mengetahui, apakah penerima sudah terdaftar sebagai penerima BST atau tidak.
“Bantuan per bulan Rp300 ribu per penerima manfaat dan diberikan pemerintah pada Januari, Februari, Maret, dan April,” kata Menteri Risma saat jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa, 29 Desember 2020.
4. Bantuan sosial tunai di Jabodetabek akan diantar melalui Pos
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, wilayah Jabodetabek akan mengubah skema sembako menjadi Bantuan Sosial Tunai (BST), dan bantuan tunai tersebut akan di antar pos agar tidak terjadi kerumunan saat penerima datang ke kantor pos.
“Untuk wilayah Jabodetabek yang selama ini menggunakan skema sembako, diubah menjadi bantuan langsung tunai yang akan diantar oleh tenaga dari PT Pos ke rumah. Jadi tidak perlu datang ke kantor Pos karena nanti dikhawatirkan timbul kerumunan, karena itu diantar ke masing-masing alamat,” kata Muhadjir dalam jumpa pers secara virtual setelah rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (29/12/2020).
5. Bantuan sembako akan disalurkan kepada 18,8 juta penerima
Risma mengatakan penerima bantuan sembako tahun ini tercatat ada 18,8 juta penerima, yang masing-masing penerima akan mendapatkan bansos tunai sebesar Rp200 ribu per bulan.
“Penerima program sembako tahun ini adalah 18,8 juta penerima dan Rp200 ribu per bulan akan diberikan mulai Januari-Desember,” ujar mantan Wali Kota Surabaya itu.
sumber : https://www.idntimes.com
