Pelajar SMP Olah Sampah Saset Jadi Produk Bernilai Ekonomis

 SURABAYA - Warung kopi (warkop)  menghasilkan sampah saset kemasan seperti pembungkus kopi, susu, dan bubuk minuman setiap hari. Sayang, sering berakhir di tempat sampah.

Estetia Mustika Shani, siswi SMP 61 Surabaya berinisiatif mengolahnya menjadi beragam produk bernilai ekonomis dengan label Osaqu (Olahan Saset Qu).

"Dulu saset bekas laku di pengepul, Rp 500 per kg. Sejak tahun lalu, tidak laku lagi. Warga enggan mengumpulkan," tutur cewek 13 tahun ini, Kamis (10/9/2020).

Dari situ muncul ide mengolah saset bekas itu menjadi barang berguna dan mempunyai nilai jual. Tia, sapaan akrab gadis murah senyum ini, berhasil membuat 260 produk.

Sebut saja, tas wanita, tempat tisu, gantungan kunci, dompet, taplak meja, tatakan piring dan gelas, hiasan dinding, tepak, hingga kotak antaran dari hasil memanfaatkan 65.748 limbah saset kemasan seberat 110 kg.

Untuk mendapatkan saset kemasan ini, dia menampung dari 13 warkop dan enam  warung makan di sekitar tempat tinggal, Perumahan Griya Citra Asri Sememi Benowo Surabaya.

Tiga hari sekali, Tia mengambilnya. Proses pembuatan berbagai produk yang menarik ini melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Pertama, menyemprot dengan disinfektan.

Kedua, menggunting bagian pinggir kemasan dan mencucinya dengan sabun cuci piring. Ketiga, menjemurnya di bawah terik sinar matahari hingga kering.

"Setelah kering tinggal dilipat dan dianyam sesuai bentuk yang kita inginkan. Saya belajar menganyam dari YouTube," jelas siswa Kelas VIII ini.

Tidak hanya saset, Tia memanfaatkan kardus bekas sebagai label produk Osaqu, dan menulisnya dengan tangan. Dia membanderol produk kreatifnya mulai Rp 3.000 hingga Rp 60.000.

Berkat inovasi ini, Tia menjadi finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020 untuk tingkat SMP yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemkot Surabaya.

"Semoga produk-produk karya anak saya dapat memotivasi warga mengolah limbah saset kemasan," kata Rilin Nastuti (43), orang tua Tia.

Saat ini, Tia melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK di kampungnya  lewat live Instagram, seminggu dua kali. (zia)