Teknik Informatika ITB: A Snippet of Informatics Student Life #6 (FINALE)

Teknik Informatika ITB: A Snippet of Informatics Student Life #6 (FINALE)

Wah sudah di akhir aja. Mau bilang nggak kerasa, tapi empat tahun kuliah di ITB terasa kok. Tapi di saat bersamaan juga wah kok tiba-tiba udah sampai titik ini.

Belajar banyak hal jelas banget. Saya sebelum masuk ITB beda dengan saya yang sebentar lagi lulus ITB. Tapi ini mau dibahas di post terpisah aja. Hehe.

Baca yang sebelum-sebelumnya di Satu Tahun STEI ITBSemester 3Semester 4Semester 5, Semester 6, dan Semester 7.

Karena tanggungan SKS saya udah hampir habis jadi highlight semester ini adalah gabut-gabut-panik. Gabut karena SKS yang saya ambil dikit banget. Panik karena biasalah ngerjain tugas akhir (TA) suka mepet ditambah ada corona-corona ini.


Mata Kuliah

Semester ini adalah semester dengan mata kuliah keinformatikaan paling sedikit yang saya ambil.

Teknologi Big Data (TBD)

Matkul terbaru di jurusan, beda sama TBD yang saya ambil di Semester 5 ya, TBD yang itu udah dihilangkan dan diubah jadi matkul Data Science dan Data Mining (DSDM). TBD dulu sama DSDM isinya sama aja sih. Nah, kalau TBD yang baru ini membahas tentang Big Data serta teknologi yang digunakan untuk menanganinya. Saya merasa matkul ini mirip PAT di Semester 7. Bedanya tugas hands-on di sini lebih banyak. Kemarin nyobain MapReduce di Apache Hadoop, Apache Hive, Apache Kafka, sama Apache Spark. Kalau PAT menurut saya kurang hands-on jadi masih kurang aja gitu rasanya. Ada juga tugas besar bikin project terus presentasi. Paruh semester pertama kuliah-kuliah biasa, paruh semester selanjutnya kuliah tapi dengan tambahan hands-on tadi setiap minggu. UTS sama UAS tertulis seperti biasa.


Tugas Akhir 2 (TA)

Lanjutan dari TA 1 di Semester 7. Isinya kurang lebih kuliah-bimbingan-bimbingan-pusing-bimbingan-demot-bimbingan-seminar-bimbingan-pusing-sidang-mager-revisi-lulus. Tulisan lengkap tentang ini ada di Duka-Duka Tugas Akhir. Dipisah soalnya saking panjangnya emosi yang pengen diluapkan. Wkwkwk.


Random Impressions

Arkavidia 6 diadakan semester ini yey. Lega karena semua berjalan lancar. Selain itu bersyukur banget sih hari-H Arkavidia di bulan Februari, jadi nggak terpengaruh dengan corona. Beneran deh, hal pertama yang terpikirkan pas corona baru mulai mengkhawatirkan adalah untung Arkavidia udah selesai. Nggak kebayang kalau acaranya bulan Maret dan tiba-tiba terpaksa dibatalin. Nangis sekolam intel ITB kali. Belum sempet ngerayain selesainya Arkavidia juga sama anak-anakku. Huhu.

Kuliah semester ini nggak sampai 3 bulan terus tiba-tiba kampus ditutup aja gara-gara corona makin aneh-aneh. Menyesal sedikit pas hari terakhir kuliah yang juga hari terakhir ITB dibuka secara umum saya malah bolos. Hadeh. ??

Semester ini, sebelum corona tentu saja, saya rajin banget-banget olahraga lari di Saraga. Apalagi dalam seminggu hari bebas kuliah bisa sampai empat hari. Motivasi utamanya adalah biar kuat naik gunung. Sebelum corona saya sempet naik gunung dua kali. Naik Gunung Papandayan sama Gunung Cikuray. Baru pernah muncak dua kali tapi parah sekarang kangen banget. Padahal bulan April sempet ada wacana mau ke Gunung Gede-Pangrango, terus abis sidang TA mau naik Gunung Semeru. Dahlah buyar semua rencana kena corona. ??

Sebenarnya ada satu matkul lagi yang saya ambil semester ini, yaitu matkul Perencanaan Keuangan alias Financial Planning (finplan). Matkul ini milik Prodi Manajemen ITB. Recommended banget sih buat diambil soalnya isinya tentang perencanaan keuangan pribadi. Jadi abis lulus pasti sedikit banyak ilmunya terpakai. Dosennya juga enak. Kayaknya ini matkul luar jurusan paling worth yang saya ambil. Wkwkwk.

TBD jadwalnya sore banget parah, saya sering banget bolos. Bahkan persen presensi saya di bawah 80% (dan warnanya merah tentu saja) pas sebelum UAS. Eh, pas abis UAS tiba-tiba jadi 80% pas. Nggak tau lah. Terus pas tugas besar, kelompok saya ngerjainnya super mepet, H-3 gitu baru nyari ide apa ya lupa. Wkwkwk. Btw, matkul ini dosennya ada dua dan salah satunya dosen muda. Nah, Pak Dosen Muda ini yang rajin bikin hands-on-nya dan bikin video kuliah karena saat itu kampus udah ditutup.

Pertama kali ya saya UAS tapi belajarnya pas detik UAS-nya. Kan UAS TBD online ya, aturannya boleh buka semua resource kecuali nanya temen. Jadinya saya belajarnya cuma hahahihi, boleh liat slide sama google ini kan. Eh pas ujian muncul soal tentang pagerank yang kalau ngeliat rumusnya sekilas pasti pusing. Yaudah deh stuck rada lama pas ujian soalnya harus belajar dulu. Wkwkwk. Kayaknya saya nggak cocok ujian openbook soalnya jadi menyepelekan. :)

Gara-gara semuanya online gini saya agak sering ketiduran di tengah-tengah kelas. Pernah kebangun terus pas liat room meeting tinggal saya sama satu orang lagi belum leave. Yakh kan jadi ketauan kalau ketiduran. Bahkan pernah ketiduran pas seminar temen dan sialnya saya dicariin sama dosen. Huhu malu. Untung dosennya bukan penguji atau pembimbing saya. :)

So, I guess it's time to say thisGood bye, ITB!