Pernah nggak kalian merasa jauh sama orang-orang yang harusnya terasa dekat? Saya bilang harusnya karena orang-orang ini adalah orang terdekat kalian, pernah menjadi orang terdekat di sepotong waktu di masa dulu, atau bahkan keluarga sendiri.
Tidak berhubungan dengan seseorang dalam waktu yang lama bisa membuat saya anxious ketika tiba-tiba bertemu kembali. Bukan anxious yang mengkhawatirkan, tapi ... ada rasa enggan saja untuk bertemu. Bukan, bukan karena orang tersebut berbuat salah. Hanya saja semua pasti berubah kan. The only thing that is constant is change, kalau kata Heraclitus. Baik orang tersebut maupun saya sendiri pasti akan berubah, sedikit atau banyak. Berubah dalam artian berubah sikap atau cara pandang karena ya beda aja pengalaman yang dilalui, orang yang ditemui, dan perasaan yang dirasai selama berjarak jauh. Selama tidak dalam satu dimensi tempat yang sama dalam kurun waktu lama.
Jujur tiap pertemuan yang dimulai setiap habis perpisahan yang panjang, sedikit banyak saya merasa khawatir. Khawatir aduh saya nanti harus ngomong apa ya. Harus ngobrolin apa. Krik-krik nggak ya. Aduh saya nggak tau apa-apa lagi tentang dia. Jiwa introver saya seperti berontak.
Perasaan khawatir ini kadang berujung jadi saya mengabaikan pesan-pesan dari teman dekat saya, melewatkan sesi bertemu, atau melewatkan sesi telfon. Sungguh saya minta maaf. Kelemahan saya dari dulu adalah memulai obrolan. Keadaan pertemuan setelah perpisahan dalam waktu yang lama membangkitkan kelemahan itu. Dan kadang saya hanya tidak mau menghadapinya.
Iya saya lemah.
Padahal lari dari masalah bukan style saya. Tapi masih saja secara sengaja lari dari menghadapi permasalahan kekhawatiran ini.
Yang mau saya katakan lagi, untuk sahabat saya yang masih bertahan dengan saya selama ini meski kita telah terpisah cukup lama, terima kasih. Sungguh terima kasih. Kamu adalah sedikit orang yang masih saya percaya, meski semua berubah. Meski aku dan kamu sama-sama berubah.
I really can't stand long distance relationship. Whatever relationship it is.
Physical distancing ulah COVID-19 membuat saya jadi menuliskan hal ini kan.