Kau tahu cermin retak?
Tak sempurna tapi masih mampu memantulkan bayang bahagia
Tapi sedikit ketukan saja,
Mungkin meruntuhkannya
Membuat sirna pantulan bayang bahagia
Mungkin tidak juga
Dan kau tahu apa? Aku masihlah cermin retak itu
Yang dengan ketukan perlahan tempo hari saja
Sudah hancur berkeping-keping