Hal yang Disesali Saat Ini

Hal yang Disesali Saat Ini

I was searching for things that I can tell you about this post title. But I couldn't find any. Really.

Saya sekarang ada di titik saya mensyukuri semua pilihan yang saya ambil sejauh ini. No regret.


Nggak ada sih. Meskipun itu kegagalan, kayak cerita usaha saya agar bisa diterima di institut impian.  Baca Running Out of Failure. Saya tidak menyesal pernah mengorbankan banyak hal untuk itu. Nggak ada sedikitpun penyesalan. Karena gimana ya, semua proses itu lah yang mengantarkan saya ke titik ini gitu. Dan di titik ini saya tidak merasa kekurangan suatu apa. I feel enough.

Kok bisa?

Kok bisa saya bisa tidak mempunyai penyesalan apapun? Hm. Nggak tau juga sih kenapa. Mungkin karena saya sudah bisa berdamai dengan kegagalan-kegagalan saya yang lalu. Mungkin karena saya punya pola pikir progresif, jadi kalau pas gagal, ya yaudah, yang penting harus maju terus. Mungkin juga karena kegagalan yang saya rasakan tidak diletakkan di hati. Jadi gimana ya, sedih iya, kecewa iya, tapi nggak sampai yang berlarut-larut. Mungkin juga karena I just enjoy living this moment very much.

Mungkin saya udah di level loving myself tingkat tinggi kali ya. Hahaha. I really appreciate myself for being able to reach this pointI really am.

Antara loving myself udah tinggi atau sikap bodo amat saya juga tinggi sih.

Saya sekarang juga merasa sangat bodo amat gitu sama entah kehidupan orang lain, entah pandangan orang lain ke saya, dan pembanding-pembanding toxic lainnya. I don't give a shit. Satu hal yang saya tanamkan ke diri saya sendiri, people do not live my life, so they obviously not knowing what is best for my life, the one who knows it is me. Dan voila, bahkan saya tidak perlu membaca buku terkenal The Subtle Art of Not Giving a F*ck. Udah bodo amat sama pandangan orang lain yang bertentangan sama saya. Ini maksudnya bukan berarti saya nggak mau ngedengerin nasihat sama sekali, nggak. Jadi, masukan apapun dari orang lain tetap saya proses, cuma hasil akhirnya tetap saya lah yang berkuasa. Udah bodo amat juga sama kehidupan orang lain yang mungkin istilahnya lebih enak dari saya. Nggak iri, dengki, dan julid gitu maksudnya. 

Intinya, bodo amat lah saya mungkin hanya sampai di titik ini, tapi orang lain udah di titik sana. I'm just happy with my life and no regret for everything that I've done.

Aduh ih ngomongin apasih. Thank you, next.