Some Misc Favorites

Some Misc Favorites

Kali ini saya akan merekomendasikan objek untuk hura-hura. Kenapa gambarnya bunga? Nggak apa-apa, bagus aja.

Kalau disuruh pilih suka baca buku, nonton film, atau dengerin musik, ya nggak bisa milih lah. Ketiganya kan kegiatan hura-hura yang tidak bisa dipisahkan dari hidup yang fana ini. Banyak bacot nih, yaudah ini dia yang saya rekomendasikan.

Harry Potter

Harry Potter
sumber: amazon.com

Saya tau ini mainstream banget, tapi plis ini MY FOREVER FAV. Film Harry Potter adalah film berbahasa Inggris pertama yang saya tonton, momen pertama kalinya saya bisa nonton film ber-subtitle. Inget banget waktu itu saya nonton yang judulnya Harry Potter and the Goblet of Fire. Jatuh cinta sama Harry Potter sejak saat itu. Keren banget pokoknya apalagi kalau kalian suka genre fantasi yang mejik-mejik gitu. Saya juga suka banget ngedengerin aksen british dari pemain-pemainnya. Terutama Emma Watson. Pengen bisa aksen british.

Liburan entar saya bakal maraton Harry Potter ah fix.

Versi novelnya juga seru banget kok buat dibaca. Tapi saya baru sempet baca yang buku pertama sama buku kedua. Pas di SMA pula. Udah lama banget. Wkwkwk. Pengen ngelanjutin tapi nggak ada yang punya. Kan maunya minjem, soalnya aku anak hemat.

Season Series by Ilana Tan

Summer in Seoul
Autumn in Paris
Winter in Tokyo
Spring in London
sumber: Goodreads

Empat novel favorit pas jaman SMP. Iya, ini temanya super duper romance gitu. Saya suka dengan gaya bercerita Ilana Tan. Ringan, mengalir, enak aja. Ceritanya ringan, tapi masih mengalir masuk akal gitu. Biasanya kalau novel romance ecek-ecek gitu jalan ceritanya rada aneh atau kadang terlalu cepat. Nah, ini nggak. 

Semua novelnya saya baca lebih dari sekali. Dulu pas SMP beli paket seboks gitu. Sekarang bukunya entah tersebar dimana soalnya banyak yang minjem. Empat novelnya membawakan empat kisah cinta yang berbeda, dengan tokoh berbeda, di tempat yang berbeda. Summer in Seoul. Autumn in Paris. Winter in Tokyo. Spring in London.

Novelnya tipe yang buat refreshing. Hehehe. Kecuali satu sih. Saya kasih spoiler dikit ya? Yang paling bikin nyesek itu Autumn in Paris. Jangan dibaca pas hidup lagi butek. Entar makin butek itu kehidupan.

Ohya Winter in Tokyo difilmin kan ya. Tapi saya nggak nonton sih. Takut ekspektasi ketinggian. Takut nyesel kalau ternyata antara film sama buku timpang jauh. Hahaha. Ini problem banget sih emang buat film yang diproduksi dari karya buku. Harus mengemas cerita berhalaman-halaman ke dalam film yang hanya berdurasi satu sampai dua jam.

Train to Busan

Train to Busan
sumber: amazon.com

Ini film yang menceritakan seorang ayah yang berusaha menyelamatkan dirinya dan putrinya dari serangan zombie karena infeksi sebuah penyakit. Saat seseorang terinfeksi penyakit tersebut lewat gigitan, maka dia akan melupakan seluruh ingatannya dan berubah menjadi zombie yang mencari korban-korban selanjutnya. Latarnya di kereta yang menuju Kota Busan. Di ceritanya Busan merupakan satu-satunya kota yang aman. Semua kota yang dilewati kereta ini sudah terjangkiti. Si ayah ini berusaha agar dia dan putrinya bisa selamat sampai ke Busan.

Ini saya nangis parah sih pas nontonnya. Maafkan ya spoiler. Saya paling nggak kuat pas adegan saat-saat terakhir si Ayah masih bisa mengenang kenangan tentang putrinya. Betapa bahagianya dia ketika pertama kali menggendong putrinya yang baru lahir. Kemudian dia perlahan menjatuhkan diri dari kereta. Ya, bisa kalian tebak. Pada akhirnya si Ayah terkena penyakit tersebut. Dan membunuh dirinya sendiri agar putrinya bisa selamat. :"

Baper sebaper-bapernya. Kangen ayah sekangen-kangennya.

A Thousand Splendid Suns

A Thousand Splendid Suns
sumber: Goodreads

Novel karangan Khaled Hosseini. Ini juga baper sangat sih. Ceritanya tentang seorang perempuan sebut saja Maryam. Ibu dan ayahnya berpisah. Dia begitu mempercayai ayahnya. Ibunya bunuh diri karena menganggap Maryam lebih memilih ayahnya. Lalu Maryam dipaksa menikah, tapi ayahnya sendiri tidak berusaha mencegah. Dia kecewa dengan ayahnya. Mengalami keguguran berulang-kali. Dimadu oleh suaminya tadi. Dan berakhir di tiang eksekusi. Yang paling membuat saya nggak kuat adalah, Maryam belum sempat mengetahui betapa sesungguhnya ayahnya menyayanginya. Saya nggak bisa bayangin sih kalau ada di posisi Maryam.

Btw saya baca yang versi bahasa Inggris.

Baca deh. Abis baca ini saya langsung auto mensyukuri apa yang saya punya. Hak-hak yang saya dapat. Kebebasan yang saya rasa.

Music Cover by Jayesslee

Biar seimbang yang terakhir rekomendasi musik ya. Jayesslee merupakan duo kembar Janice dan Sonya. Asal Korea, tapi udah lama tinggal di Australia. Kalau nggak salah sih. Mereka merupakan YouTuber yang meng-cover lagu-lagu artis. Suara mereka bagus banget. Cek aja ini.


Video itu merupakan video pertama mereka yang saya tonton. Dan langsung jatuh hati sama hasil cover lagu mereka.

Mereka bahkan sampai bisa konser lho. Keren banget nggak sih.

Saat ini keduanya sudah menikah dan mempunyai anak. Jadinya jarang upload cover lagu ke YouTube gitu deh.

Sekian gais. Saya perlu rekomendasi juga nih. Bentar lagi mau liburan soalnya, hura-huranya bisa lebih sering. Yuhu sombong dong.