Kenapa Gabung Blogger Perempuan Network?

Kenapa Gabung Blogger Perempuan Network?

Mulai bosen nih saya, tema tulisan #bloggerperempuan #BPN30dayChallenge2018 tentang blogging mulu. Hahaha.

Yaudah lah ya. Saya menurut saja dulu. Rebel-nya kapan-kapan.

Jadi tulisan ini bakal menjawab pertanyaan, kenapa mau join Blogger Perempuan Network?

Kenapa ya ...

Mikir keras.

One important thing yang saya pikirkan saat baru awal-awal aktif ngeblog adalah bagaimana strategi saya agar kegiatan tulis-menulis tetap berlanjut meskipun badai dan aral melintang menghalangi. Bagaimana biar blognya nggak berdebu terus jadi sarang laba-laba. Apasih. Nah, jadi salah satu tips yang saya dapatkan dari hasil blog walking adalah ikut komunitas Blogger.

Oke siap.

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah komunitas Blogger yang mana ya?

Terus akhirnya daku menemukan Blogger Perempuan. Ngeliat website resminya, wah udah sangat niat ini. Langsung gas daftar jadi anggota Blogger Perempuan Network deh.

UDAH SIH GITU AJA. Hahaha.

Tidak menarik emang kisah saya.

Yah pokoknya tujuan saya itu pengen bisa terinspirasi sama Blogger-Blogger lain gitu. Awalnya sih pengen cari area-area blog walking baru. Siapa tau kan kalau saya nemu blog yang rajin update, tulisannya oke, fotonya mantap, terus saya jadi terinspirasi, terus saya jadi semangat buat ngeblog deh. Mencari motivasi lah, biar nggak loss


Tapi akhir-akhir ini bener-bener nggak sempet nge-blog walking.

Eh ada lagi. Dengan join Blogger Perempuan Network saya juga pengen bisa hadir di event-event Blogger gitu. Dulu BPN sempet ngadain acara di Bandung. Semacam seminar kalau nggak salah. Tapi saya lagi nggak bisa ikut ih sedih. Lupa kenapa nggak bisa. Padahal pengen banget. Terus sampai sekarang belum ada acara BPN lagi di Kota Bandung. :(

Apalagi ya. Asli deh saya bingung harus nulis apa biar tulisan ini bisa mencapai 300 kata. Hahaha. Terlalu jujur.

Masalahnya saya tuh orangnya gimana ya, coba ya coba aja. Ikut ya ikut aja. Nggak pakai kebanyakan mikir seringnya. Jadi kalau ditanya alasan kenapa ini kenapa itu, saya baru mikirin alasan ya saat ditanya itu juga. Persis nih kayak sekarang.

Oke sip udah 300 kata lebih. Bye para pembacaku!