BARU SINOPSIS SINOPSIS TAKDIR LONCENG CINTA Episode 98 ANTV (Kundali Bhagya) || Rakhi meyakinkan Sarla bahwa mereka akan memastikan Janki dirawat oleh dokter terbaik. Bibi menyampaikan pertama mereka harus menunggu sesuai isyarat dokter, beliau berterima kasih kepada Rakhi alasannya yaitu selalu membantu mereka. Rakhi menyampaikan sudah menjadi kewajibannya, beliau merasa jelek pada Preeta alasannya yaitu harus menderita begitu banyak pada hari roka-nya. Kareena berdiri untuk pergi dan beristirahat, sudah terlambat. Rakhi meminta Sarla untuk memanggilnya bila ada masalah, bahkan di tengah hari. Rakhi memeluk Preeta dan memanggilnya seorang gadis yang pemberani, beliau mencoba memadamkan api di dapur. Sameer menginginkan Shrishti. Rakhi memberitahu Sarla bahwa mereka akan berbicara perihal beberapa hal lagi beberapa hari yang lain. Karan berbalik untuk berharap Preeta berhati-hati.
Di luar pengemudi sudah terlambat. Rakhi mencari Karan yang segera bergabung dengan mereka. Sherlin sedang menunggu Prithvi. Rishab mengirim semua orang dengan Karan, sementara beliau akan tiba di kendaraan beroda empat lain. Sherlin khawatir mengapa Prithvi tidak membalas pesannya, beliau berpura-pura lupa perihal dompetnya dan masuk ke dalam.
Prithvi berpikir perihal kata-kata dokter bahwa Janki akan berdiri besok, Sherlin waspada perihal upaya untuk melaksanakan pembunuhan terhadap mereka. Dia tetapkan beliau tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia membuka jendela untuk menemukan panggangan, Sherlin tiba dari belakang. Prithvi menutup jendela dan menyampaikan beliau sedang mempersiapkan untuk malam ini. Mereka punya waktu hingga malam ini, beliau akan membunuh Janki malam ini. Sherlin belum siap, alasannya yaitu berisiko untuk masuk ke dalam, bila tertangkap mereka akan mati 100% pasti. Prithvi menjepit Sherlin ke dinding dan mencengkeram lehernya dengan erat, tangannya gemetar ketika beliau meminta maaf untuk menyakitinya. Sherlin meminta maaf alasannya yaitu menyebut rencananya salah. Prithvi tersenyum bahwa beliau menyadari kesalahannya. Dia membuatkan dengannya, jendela mempunyai kunci ganda. Dia harus masuk ke rumah dan membuka kunci. Sherlin khawatir bila beliau membuatkan risiko dengan Prithvi, beliau niscaya akan membunuhnya kali ini. Prithvi sekali lagi meminta maaf kepada Sherlin dan bertanya apakah beliau mencintainya? Sherlin menyampaikan beliau yaitu hadiah paling berharga dalam hidupnya. Prithvi menerka beliau yaitu iblis sejati.
Preeta menginformasikan kepada Sarla beliau menelepon Kappu bahwa Janki akan baik-baik saja. Dia mengirim Shrishti untuk menyiapkan kamar nenek, sementara Sarla tidur. Dia melihat sebuah dompet dan mengingat milik Sherlin. Shrishti belum siap untuk memberikannya kepada Sherlin. Preeta membawa dompet itu ke luar untuk di titipkan kepada Rishab. Rishab menyampaikan pada Preeta bila Sherlin masuk untuk mencarinya. Dia bertanya apakah beliau perlu memberitahu Preeta untuk meneleponnya pada dikala ada kebutuhan. Preeta menyampaikan beliau selalu memanggilnya. Rishab tersenyum niscaya ada hubungan di antara mereka. Preeta menyampaikan beliau sangat takut ketika mereka tidak bangun. Rishab menyampaikan beliau yaitu penggemar senyumnya saja, dan tidak suka air mata. Itu yaitu pengalaman yang sangat berharga baginya, beliau seharusnya tidak merasa bersalah perihal insiden hari ini. Dia tidak akan menyesal bila beliau mati dalam kebakaran hari ini. Sherlin melihat Rishab dan Preeta berbicara satu sama lain. Dia berterima kasih Preeta untuk dompet dan pergi dengan Rishab. Rishab berpikir beliau punya keberanian untuk mengatakan, tetapi apa Preeta mengerti perasaannya untuknya? Prithvi tiba di belakang Preeta tetapi Preeta tidak menyampaikan apa-apa dan masuk ke dalam.
Sarla memberitahu Bibi untuk pergi dan tidur sebentar, tapi Bibi khawatir pada Janki. Shrishti menyampaikan Janki menciptakan perasaan lebih ringan di rumah. Prithvi tiba ke dalam bersama Preeta, dan bertanya perihal Janki. Sarla menjelaskan mereka membawanya masuk. Dia menyampaikan beliau telah mengirim ke rumah keluarganya. Sarla melengkapi beliau tidak salah memilihnya untuk Preeta. Preeta memintanya pulang, hari itu penuh tekanan. Prithvi meminta secangkir teh alasannya yaitu beliau sedikit sakit kepala. Preeta pergi untuk menyiapkannya. Prithvi berpikir hingga beliau mempunyai teh beliau harus menuntaskan misinya, tetapi pertama-tama para perempuan harus meninggalkannya sendirian. Dia mengirim Shrishti untuk menyegarkan diri dan membawa nenek ke kamarnya. Bibi terpeleset, Sarla pun menemani Bibi di dalam. Prithvi nyengir dan membungkuk untuk mengambil kunci dari lantai.
Di rumah Luthra, Karan berpikir perihal Preeta dan mengucapkan Dumbo. Sameer dan Rakhi berbalik, Karan menyampaikan itu untuk Sameer. Rakhi menyeret telinganya untuk memanggil Sameer Dumbo. Karan setuju. Rakhi mencium dahinya alasannya yaitu baiklah dan pergi. Sameer menarik hati Karan tetapi beliau belum siap. Dia bertanya kepada Sameer apa yang beliau pikirkan perihal Sameer. Sameer menyampaikan kadang kala seseorang menjadi sangat penting dalam hidup kita, kita selalu menyebut orang itu. Karan meniadakannya, dan menyampaikan beliau hanya terbiasa dengannya alasannya yaitu beliau selalu ada. Sameer bertanya mengapa beliau posesif perihal Preeta. Karan membantah alasannya yaitu beliau mungkin menikahi siapa pun.
Prithvi tersenyum pada Preeta, berpikir mengapa mereka tidak meninggalkannya sendirian untuk sementara waktu. Preeta masuk ke dalam. Prithvi tetapkan untuk mengambil kunci-kunci itu kemudian berpikir beliau hanya harus membuka jendela. Shrishti keluar dan bertanya pada Prithvi apa yang beliau lakukan?
*Sinopsis ini dibentuk 1 Episode penayangan India
MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY TULISAN INI KE FB/BLOG/YOUTUBE
NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di ANTV Karena terpotong Jeda/ Durasi |
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI
Di luar pengemudi sudah terlambat. Rakhi mencari Karan yang segera bergabung dengan mereka. Sherlin sedang menunggu Prithvi. Rishab mengirim semua orang dengan Karan, sementara beliau akan tiba di kendaraan beroda empat lain. Sherlin khawatir mengapa Prithvi tidak membalas pesannya, beliau berpura-pura lupa perihal dompetnya dan masuk ke dalam.
Prithvi berpikir perihal kata-kata dokter bahwa Janki akan berdiri besok, Sherlin waspada perihal upaya untuk melaksanakan pembunuhan terhadap mereka. Dia tetapkan beliau tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia membuka jendela untuk menemukan panggangan, Sherlin tiba dari belakang. Prithvi menutup jendela dan menyampaikan beliau sedang mempersiapkan untuk malam ini. Mereka punya waktu hingga malam ini, beliau akan membunuh Janki malam ini. Sherlin belum siap, alasannya yaitu berisiko untuk masuk ke dalam, bila tertangkap mereka akan mati 100% pasti. Prithvi menjepit Sherlin ke dinding dan mencengkeram lehernya dengan erat, tangannya gemetar ketika beliau meminta maaf untuk menyakitinya. Sherlin meminta maaf alasannya yaitu menyebut rencananya salah. Prithvi tersenyum bahwa beliau menyadari kesalahannya. Dia membuatkan dengannya, jendela mempunyai kunci ganda. Dia harus masuk ke rumah dan membuka kunci. Sherlin khawatir bila beliau membuatkan risiko dengan Prithvi, beliau niscaya akan membunuhnya kali ini. Prithvi sekali lagi meminta maaf kepada Sherlin dan bertanya apakah beliau mencintainya? Sherlin menyampaikan beliau yaitu hadiah paling berharga dalam hidupnya. Prithvi menerka beliau yaitu iblis sejati.
Preeta menginformasikan kepada Sarla beliau menelepon Kappu bahwa Janki akan baik-baik saja. Dia mengirim Shrishti untuk menyiapkan kamar nenek, sementara Sarla tidur. Dia melihat sebuah dompet dan mengingat milik Sherlin. Shrishti belum siap untuk memberikannya kepada Sherlin. Preeta membawa dompet itu ke luar untuk di titipkan kepada Rishab. Rishab menyampaikan pada Preeta bila Sherlin masuk untuk mencarinya. Dia bertanya apakah beliau perlu memberitahu Preeta untuk meneleponnya pada dikala ada kebutuhan. Preeta menyampaikan beliau selalu memanggilnya. Rishab tersenyum niscaya ada hubungan di antara mereka. Preeta menyampaikan beliau sangat takut ketika mereka tidak bangun. Rishab menyampaikan beliau yaitu penggemar senyumnya saja, dan tidak suka air mata. Itu yaitu pengalaman yang sangat berharga baginya, beliau seharusnya tidak merasa bersalah perihal insiden hari ini. Dia tidak akan menyesal bila beliau mati dalam kebakaran hari ini. Sherlin melihat Rishab dan Preeta berbicara satu sama lain. Dia berterima kasih Preeta untuk dompet dan pergi dengan Rishab. Rishab berpikir beliau punya keberanian untuk mengatakan, tetapi apa Preeta mengerti perasaannya untuknya? Prithvi tiba di belakang Preeta tetapi Preeta tidak menyampaikan apa-apa dan masuk ke dalam.
Sarla memberitahu Bibi untuk pergi dan tidur sebentar, tapi Bibi khawatir pada Janki. Shrishti menyampaikan Janki menciptakan perasaan lebih ringan di rumah. Prithvi tiba ke dalam bersama Preeta, dan bertanya perihal Janki. Sarla menjelaskan mereka membawanya masuk. Dia menyampaikan beliau telah mengirim ke rumah keluarganya. Sarla melengkapi beliau tidak salah memilihnya untuk Preeta. Preeta memintanya pulang, hari itu penuh tekanan. Prithvi meminta secangkir teh alasannya yaitu beliau sedikit sakit kepala. Preeta pergi untuk menyiapkannya. Prithvi berpikir hingga beliau mempunyai teh beliau harus menuntaskan misinya, tetapi pertama-tama para perempuan harus meninggalkannya sendirian. Dia mengirim Shrishti untuk menyegarkan diri dan membawa nenek ke kamarnya. Bibi terpeleset, Sarla pun menemani Bibi di dalam. Prithvi nyengir dan membungkuk untuk mengambil kunci dari lantai.
Di rumah Luthra, Karan berpikir perihal Preeta dan mengucapkan Dumbo. Sameer dan Rakhi berbalik, Karan menyampaikan itu untuk Sameer. Rakhi menyeret telinganya untuk memanggil Sameer Dumbo. Karan setuju. Rakhi mencium dahinya alasannya yaitu baiklah dan pergi. Sameer menarik hati Karan tetapi beliau belum siap. Dia bertanya kepada Sameer apa yang beliau pikirkan perihal Sameer. Sameer menyampaikan kadang kala seseorang menjadi sangat penting dalam hidup kita, kita selalu menyebut orang itu. Karan meniadakannya, dan menyampaikan beliau hanya terbiasa dengannya alasannya yaitu beliau selalu ada. Sameer bertanya mengapa beliau posesif perihal Preeta. Karan membantah alasannya yaitu beliau mungkin menikahi siapa pun.
Prithvi tersenyum pada Preeta, berpikir mengapa mereka tidak meninggalkannya sendirian untuk sementara waktu. Preeta masuk ke dalam. Prithvi tetapkan untuk mengambil kunci-kunci itu kemudian berpikir beliau hanya harus membuka jendela. Shrishti keluar dan bertanya pada Prithvi apa yang beliau lakukan?
*Sinopsis ini dibentuk 1 Episode penayangan India
MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY TULISAN INI KE FB/BLOG/YOUTUBE
NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di ANTV Karena terpotong Jeda/ Durasi |
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI
