[BACA BUKU] Jejak Langkah

[BACA BUKU] Jejak Langkah

Penulis - Pramoedya Ananta Toer
Judul - Jejak Langkah

Buku ketiga dari sekuel Bumi Manusia. Karena sekuel ya jadi biar ngeh pas baca Jejak Langkah harus baca dulu Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.


Mengenai teknis seperti bahasa nggak akan saya singgung lagi soalnya udah nggak jauh beda dengan buku-buku sebelumnya.

Spoiler alert untuk buku sebelumnya. Yang belum baca keduanya dan nggak mau ter-spoiler-i bisa berhenti di sini. Hahaha.

Minke tokoh utama kita agaknya sial melulu. Selepas kehilangan Annelies, Nyai Ontosoroh, mertuanya, juga kehilangan perusahaan yang baginya sudah seperti anak sendiri. Merasa tidak dapat berkembang di Wonokromo, Minke akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke Sekolah Dokter di Betawi. Sang Nyai? Kita sudah tau dia adalah tokoh wanita yang sangat tangguh dan keras, nasibnya tidak akan membuat risau.

Minke, pribumi dan penulis itu, namanya sudah sampai ke telinga gubernur jenderal. Dia kerap diundang ke hajatan-hajatan level priyayi. Dia yanng awalnya di-bully di sekolah barunya, menjadi seorang yang dihormati.

Dihormati. Tidak cukup. Bagi Minke Hindia masih sengsara diinjak Nederland. Dia merintis harian 'Medan'. Dia juga merintis lembaga bantuan hukum bagi pribumi yang dianiaya penguasa. Minke lah yang pertama. Hingga akhirnya di satu titik dia menyadari, satu-satunya jalan bagi pribumi agar maju ialah berorganisasi. Jadilah dia mendirikan Syarikat Islam, dengan anggota para priyayi. Tapi bukan hidup namanya kalau perjalannya mulus-mulus saja. Syarikat mati. Muncul Budi Oetama, namun eksklusifitas pada keturunan Jawa membuat Minke yang memegang prinsip berbangsa-ganda lepas tangan. Minke dihantui oleh pertanyaan, apa yang sebenarnya bisa menyatukan? Kepriyayian jelas tidak menyatukan. Singkat cerita kemudian lahirlah organisasi Syarikat Dagang Islamijah.

Kehidupan cinta Minke juga berlanjut. Selepas Annelies pergi, dia memperistri seorang perempuan tionghoa anggota pergerakan, Ang San Mei. Sayang, istrinya kembali berpulang karena penyakit yang dideritanya. Tepat saat inilah Minke juga dipecat dari Sekolah Dokter, membuatnya leluasa untuk membangun 'Medan'. Kemudian dia bertemu kembali dengan sosok perempuan lain yang lalu menjadi istrinya hingga tutup cerita.

Yang paling nyantol bagi saya di cerita ini adalah tentang masalah-masalah yang timbul dalam organisasi. Organisasi itu nggak bisa kalau pesertanya manut-manut saja. Semua harus bisa bersuara. Semua setara. Organisasi harus memiliki anggota yang berprinsip sama. Kalau tidak bisa terpecah belah dan persatuan hanya utopia. Di buku ini kental ilmu keorganisasian pokoknya.

Mengapa judulnya Jejak Langkah? Minke menjadi orang yang memulai kemajuan pribumi, baik dengan 'Medan'-nya, lembaga bantuan hukumnya, dan organisasinya. Inilah JEJAK yang ditinggalkan Minke bagi pribumi Hindia untuk keudian diteruskan. Kurang lebih seperti itu menurut saya.

Ohya, berkat novel ini saya jadi lebih tau sedikit tentang Kartini. Beberapa bagian menjelaskan tentang sosok Kartini dengan gagasan-gagasannya. Di sisi lain saya menjadi sangat bersyukur karena lahir di zaman sekarang. Tidak seperti Kartini yang terkungkung oleh adat di tanah Jawa dulu.

Jejak Langkah ... saya bakal ninggalin jejak apa ya? Hm.