Dugong dan Lamun: Sebuah Seruan Mahapenting

Dugong dan Lamun: Sebuah Seruan Mahapenting

Ada yang belum pernah denger apa itu lamun? Saya yakin nih pasti banyak yang nggak tau. Konteksnya bukan lamun dalam melamun mikirin masa depan ya. Haha. sekarang kita lagi ngomongin lamun dalam konteks lingkungan.

Apa itu Lamun?

Pas jalan-jalan ke pantai terus nyemplung ke laut pernah notice sesuatu bentukannya mirip rerumputan tapi di dasar laut nggak? Nah, itu yang namanya lamun. Lamun atau seagrass beda sama rumput laut atau seaweed. Kalau lamun kan bener-bener �rumput� tapi di laut, kalau rumput laut yang biasa dibuat agar-agar itu merupakan alga. Jadi kalau nemu lamun jangan dicabutin terus dibikin agar-agar ya, nggak guna, hehehe.

Lamun
Penampakan dekat lamun

Apa Fungsi Lamun?

Sebagai Peredam Arus

Lamun sebagai peredam arus

Arus laut kan kenceng banget tuh, akibatnya arus bisa ngegerus pantai, istilah kerennya abrasi. Si lamun ini, terutama spesies yang berdaun lebat, bisa mengurangi kecepatan arus laut tadi sehingga mengurangi potensi abrasi.

Sebagai Pemerangkap Sedimen

Lamun sebagai pemerangkap sedimen

Pernah liat kan ada laut yang butek dan ada laut yang bening bersih gitu. Laut yang butek berarti mengandung banyak sedimen. Sedimen itu partikel-partikel kecil yang melayang-layang di air laut, makanya air laut yang mengandung banyak sedimen bisa keliatan keruh gitu. Nah, lamun bisa memerangkap sedimen tersebut sehingga sangat membantu menjaga kejernihan air laut secara alami.

Sebagai Produsen dan PENEKAN GLOBAL WARMING

Lamun sebagai produsen

Udah jelas ya kenapa lamun berperan sebagai produsen. Soalnya lamun itu termasuk tumbuhan, punya daun berklorofil, batang menjalar, dan akar sejati. Jadi bisa fotosintesis kayak tumbuhan pada umumnya.

Yang unik ini, sebagai penekan global warming.

Global warming adalah naiknya temperature rata-rata permukaan bumi akibat bertambahnya gas rumah kaca di atmosfer. Tersangka utama yang menyebabkan global warming adalah gas rumah kaca. Simpelnya gas rumah kaca ini menghalangi pemantulan sinar matahari yang sampai ke bumi, jadinya panas matahari banyak diserap bumi terus temperatur rata-rata bumi makin naik deh. Contoh gas rumah kaca adalah karbon dioksida, uap air, dan metana.

Nggak sia-sia saya kemaren ambil kuliah lingkungan. Hahaha.

Grafik temperatur bumi

Liat tuh perbandingan suhu sekarang sama dulu. Nggak heran ya sekarang dimana-mana gerah banget.

Kenapa lamun bisa menekan global warming? Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya karbon dioksida merupakan aktor utama penyebab global warming. Dan seperti yang kita tau tumbuhan lah yang menyerap karbon dioksida di bumi ini. Yang membuat lamun istimewa adalah padang lamun ternyata bisa menyimpan karbon dioksida sampai 83.000 ton/km2. Seberapa banyak kah itu? Itu setara DUA KALI dari karbon dioksida yang disimpan di hutan daratan.



Sebagai Habitat Biota Laut


Lamun sebagai habitat biota laut


Padang lamun itu rumahnya ikan-ikan lho. Tempat bagi ikan untuk mengasuh dan membesarkan anak-anak ikan. Contohnya ikan yang biasa disantap, kayak ikan kakap dan baronang. Bahkan nggak cuma penting buat ikan, penyu dan dugong juga sumber makanannya ya lamun ini. Home sweet home lah pokoknya.

More Facts

Ternyata lamun hanya melingkupi 0,2% dari seluruh area perairan di Bumi. Dikit ya.

Di dunia ada total 60 spesies lamun dan ada 13 spesies yang hidup di Indonesia.

Luas padang lamun di Indonesia mencapai 1.507 km2 tapi hanya 5% yang masuk kategori lamun sehat. Sebanyak 80% masuk kategori lamun kurang sehat dan 15% tergolong lamun tidak sehat. Kategori ini berdasarkan luas area penutupan lamun, di atas 60% kategori sehat, di bawah 30% kategori tidak sehat, di antaranya kategori kurang sehat.

***

Udah tercerahkan kan tentang lamun. Sekarang kita bahas dugong.

Apa itu Dugong?

Dugong (Dugong dugon) merupakan salah satu spesies mamalia yang hidup di laut. Nama lainnya duyung. Si gendut ini panjangnya mencapai 3 meter dengan bobot 450 kg. Si herbivora yang bisa hidup mencapai umur 70 tahun.

Dugong
Hello, I'm Dugong!
Sumber: World Wildlife Fund (WWF)

***

Dugong dan Lamun dan Kita

Sebagai sesama makhluk hidup penghuni laut, dugong dan lamun menciptakan suatu hubungan saling menguntungkan alias simbiosis mutualisme. Dugong diketahui menyukai saling berinteraksi dengan dugong lain di padang lamun. Selain senang berinteraksi di padang lamun, dugong juga dapat memakan lamun dari genus Halophila dan Halodule. Dugong yang sering berenang-renang di padang lamun akan membuat padang lamun menjadi subur, semakin berkembang, dan bisa mencapai kategori lamun yang sehat. :D

Apa hubungannya dengan kita? Dugong yang hidup di padang lamun akan menyuburkan lamun. Lamun yang subur akan menjadi rumah yang nyaman bagi satwa laut, khususnya ikan yang bisa manusia konsumsi (seafood). Kalau rumahnya sudah nyaman, maka semakin banyak ikan-ikan yang bisa berkembang dengan baik. Dalam skala besar hal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan manusia. Wow nggak tuh! Apalagi ikan laut kan terkenal dengan nutrisinya yang sangat bermanfaat seperti asam lemak omega 3 (EPA dan DHA).

Selain itu, semakin suburnya lamun mengakibatkan kadar karbon dioksida menjadi terkendali sehingga global warming bisa dicegah. Air laut juga menjadi jernih sebening kristal karena sedimen-sedimennya diperangkap oleh si lamun ini.

Dugong dan lamun tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita.

Sayang ...

Dugong saat ini masih diburu untuk dikonsumsi dagingnya, diambil taringnya, maupun diambil air matanya. Sebagian orang percaya bahwa air mata duyung merupakan pelet atau ramuan pengasih. Padahal sih air mata ya lendir doang yang berguna melembabkan mata dugong ketika tidak di air. Udah ada peraturan yang melarang hal tersebut lho di Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan & Satwa. :(

Luas padang lamun juga terancam oleh pengembangan kawasan seperti kegiatan reklamasi dan pembangunan pelabuhan. Lamun juga terancam rusak ketika nelayan lokal memakai alat destruktif seperti bom dan racun untuk menangkap ikan. Satu hal lagi yang mengancam lamun adalah banyaknya limbah yang dibuang secara tidak bertanggung jawab di laut.

Seruan Mahapenting

Ini nih inti dari tulisan ini. Demi menyelamatkan dugong dan lamun, kita dapat melakukan hal ini:

Lapor

Iya, lapor ke aparat setempat kalau melihat ada penangkapan dugong ilegal, penggunaan penangkap ikan yang ilegal, pencemaran padang lamun, maupun kematian dugong. Speak up pokoknya kalau ada pelanggaran-pelanggaran di atas, terutama buat kalian-kalian yang tinggal di daerah pesisir.

Sebar

Buat yang tinggal jauh dari pesisir, di ujung gunung gitu misal (kayak gua), bisa apa dong? Kita bisa bantu menyebarkan campaign untuk melindungi dugong dan lamun. Ayo kita bantu sebarkan awareness ini ke masyarakat luas biar semuanya semakin tercerdaskan dan tersadarkan!
 

Dukung

Dukung upaya konservasi dugong dan lamun, salah satunya yang dilakukan oleh Dugong & Seagrass Conservation Project (DSCP) Indonesia. Dukungan dapat berupa menghindari pembelian bagian tubuh dugong (laporin sekalian), like and share konten-konten DSCP Indonesia, dan partisipasi dalam kegiatan mereka. Catch them on Instagram, Facebook, and Twitter.

Jadi, masih mau makan seafood kan? Masih mau punya laut jernih dan bersih kan? Masih mau bumi ini sejuk kan? Ayo lindungi dugong dan lamun! :D
 
Sumber:
P.S.
  • All graphics belong to Dugong & Seagrass Conservation Project (DSCP) Indonesia