Saya Tidak Percaya Moto

Saya Tidak Percaya Moto

Dilatarbelakangi kesebelan saya karena tiap perkenalan harus menyertakan moto jadi saya menulis ini.

Mari kita samakan frame bahwa moto itu merupakan SATU kalimat yang bisa APLIKATIF untuk setiap kejadian dalam hidup.

Selama saya hidup ini, tidak pernah ada sebuah kata-kata yang mampu menancap sebegitu dalamnya dalam pikiran dan hati saya. Yang menjadi pegangan ketika saya sedang down jatuh terguling-guling. Nggak ada sama sekali.


Challenge dan masalah-masalah dalam hidup itu beraneka rupa. Dari yang menye hingga serius. Dari yang melibatkan diri sendiri saja sampai melibatkan se-Indonesia raya. Nggak mungkin serentetan kata-kata bisa applicable untuk menyemangati diri ini dalam menghadapinya.

Ambillah contoh, saya sempat menyukai moto artis Agnez Mo: Dream Believe Make it Happen. Bagus sih. Keren. Tapi kalau dari awal apa yang kita jadikan mimpi ternyata merupakan sesuatu yang salah gimana. Terlalu self-oriented mungkin. Lalu di tengah jalan kita tersadar dan seharusnya mimpi kita nggak bisa hanya mementingkan diri sendiri, perut sendiri, dompet sendiri. Tentu poin Make it Happen nggak bisa dilakukan.

Man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Saya memandang realita saja, tidak semua yang disungguh-sungguhi menjadi berhasil. Mungkin prinsip ini poin berhasilnya merujuk ke keberhasilan lain. Tapi di saat jatuh dan tujuannya sudah TIDAK MUNGKIN dicapai lagi, saya tidak merasa prinsip ini cukup membantu.

Maju Terus Pantang Mundur. Ya bolehlah maju terus. Menandakan semangat dan kesungguhan. Tapi pasti ada momen-momen ketika mundur itu lebih baik daripada harus bersakit-sakit sampai hancur hanya karena memaksa maju. Ada saat-saat maju mungkin hanya akan membuat banyak pihak berkorban dan menderita. Ada saat-saat mundur itu perlu.

Just Follow the Flow of Life. Ini kata-kata bikin-bikinan saya sendiri. Tapi yakin hanya mau follow aja tanpa ada rencana? Kecil atau besar, angan-angan atau ditulis dalam kertas, pasti rencana itu sedikit banyak ada.


Pendapat saya ini tidak dalam rangka mendiskreditkan pihak manapun ya. Bagi yang masih memercayai motto yang dipegangnya, ya silakan lanjutkan. Saya tidak melarang dan tidak mengatai itu jelek atau gimana. Ini hanya karena perbedaan dalam memandang hidup.

Ya saya tau, tidak semua kata-kata bijak bisa saya counter seperti di atas. I just feel enough with such things. Nggak bisa saya hanya berpegang ke satu doang. Ada saatnya harus pake prinsip ini, ada saatnya prinsip lain yang lebih baik.

Karena pembelajaran dan motivasi tidak hanya diwakili oleh satu kalimat belaka.


Jadi jangan bingung kalau mungkin pas ditanya motto saya hanya berkenan menjawab 'hehehe' atau asal nyomot kalimat bagus yang tiba-tiba melintas di saraf otak saya. Yang jelas kalau ditanya motto jawaban saya pasti ganti-ganti.

There is no a sentence that can ALWAYS keep me sane for almost 20 years.