Penulis - Haruki Murakami
Judul - Dunia Kafka (Original: Kafka on the Shore)
Telat banget sih ini, saya baca bukunya bulan Februari kemarin. Tertarik baca karena penulisnya. Banyak yang bilang novel karya Haruki Murakami itu top. Bahkan teman saya pake buku Haruki Murakami buat properti foto buku tahunan SMA (MAN deh, hehehe). Jadilah saya mau nyicip tulisan beliau.
Di sisi lain, kisah bocah itu diceritakan secara paralel dengan kisah seorang tua yang 'bodoh'. Sebuah kecelakaan telah mengubahnya dari seorang bocah pintar menjadi seseorang yang bodoh dan kini dia telah mencapai usia senja. Meski bodoh, kakek ini memiliki beberapa kemampuan di luar batas normal. Jelas sekali bahwa ini merupakan cerita fantasi. Dalam novel ini, si kakek tadi bertualang bersama seorang pemuda untuk mengikuti nalurinya. Ya, hanya mengikuti naluri. Jadi misalnya ada percakapan, "Setelah ini kemana?", kakek tersebut hanya akan menjawab, "Saya tidak tau, saya akan tau kalau sudah sampai.". Di situ saya sering merasa sebal.
Kesan saya setelah membaca novel ini adalah BINGUNG. Bingung dan nggak ngerti sampe-sampe saya mencari review orang lain di Google tentang Dunia Kafka. Gimana ya. Terlalu absurd. Sangat absurd malah. Dan semua orang bilang begitu. Hahaha. Duh. Jadi kesimpulannya, menurut saya ya, banyak sekali ruang untuk pembaca menginterpretasikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Terlalu banyak terus jadi super abstrak. Tapi justru karena absurditasnya nggak kira-kira saya PENASARAN BANGET selama baca. Nggak bisa berhenti karena banyak sekali pertanyaan, "Hah, apa sih ini?", "Loh, kok gini?", "Heee ...". Meskipun begitu, sampe bukunya abis pun saya masih nggak ngerti. Mungkin memang novelnya didesain agar pembaca mengartikannya suka-suka.
Novel ini jelas bukan buat anak-anak dan remaja. Yang menarik adalah Dunia Kafka sukses membuat saya penasaran parah dan menghabiskan novelnya. Tapi ya itu, aneh, absurd, sureal sangat. Banyak juga yang bilang, memang seperti itulah gaya menulis Haruki Murakami. Cocok buat yang suka cerita yang beda dan aneh.
Dan sekarang saya bimbang apakah bakal membaca karya Haruki Murakami yang lain. Hehe.