[MAEN] Kampung Warna Jodipan a.k.a. Kampung Tridi


Kampung Warna Jodipan a.k.a. Kampung Tridi
Coba sungainya bening ya ...

Menyambut hari wisuda sepupu saya di Universitas Brawijaya, Malang saya sempat ke salah satu tempat wisata di kota ini, Kampung Warna Jodipan a.k.a. Kampung Tridi.

Kampung ini awalnya merupakan kampung kumuh di bantaran sungai sekaligus bawah jembatan. Rumah-rumah dekil dan berdempet-dempet memenuhi Daerah Aliran Sungai Brantas. Tetapi di tahun 2016, atas inisiatif beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang untuk mengubah image kumuh sekaligus memperbaiki sanitasi akhirnya rumah-rumah di Kampung Jodipan dicat ulang dengan berbagai macam warna. Pengecatan melibatkan warga, seniman, dan tentara (info dari sini).

Dan seperti foto di ataslah wajah Kampung Jodipan sekarang atau biasa disebut Kampung Tridi.

Bagus kan. Ngeliatnya harus seutuhnya ya. Kalo diliat satu rumah doang ya nggak keliatan bagusnya, kan warnanya berwarna-warni dan tidak saling nyambung satu sama lain. Hehe.

Kampung Jodipan letaknya lumayan dekat dengan Stasiun Malang. Kurang lebih jalan kaki selama 15 menit. Dari area depan keliatan banget kok. Kampung warna ini bener-bener stand out di antara hiruk pikuk jalan raya.

Masuk ke area kampung ini kita harus membayar sejumlah Rp4000 + Rp2000. Empat ribu di awal banget masuk dan dua ribu di area kampung seberangnya. Uang ini nantinya diperuntukkan sebagai perawatan kampung ini, penambahan mural-mural, penambahan monumen, dan lain-lain. Buat menambah objek menarik lain lah pokoknya.

Baca: [MAEN] Bandung � Depok, Jakarta, Bogor

Pas pertama kali masuk langsung takjub. Bener-bener bagus. Banyak banget ornamen-ornamen kreatif yang dipajang di sini. Di sepanjang jalan bakalan sering banget ketemu payung warna-warni atau teru-teru bozu atau bunga-bungaan yang digantung-gantung. Dinding-dinding rumah warga nggak cuma berwarna polos gitu, ada juga yang dihiasi mural-mural. Sejauh mata memandang tempat ini dipenuhi spot foto yang instagrammable. Hehe. Bahkan warga juga inisiatif menyediakan beberapa properti-properti untuk kepentingan foto-foto.
Ilma di Kampung Warna Jodipan
Temen gue bilang jembatannya baru

Ilma di Kampung Warna Jodipan
Gegayaan make capil

Ilma di Kampung Warna Jodipan
Gegayaan make topeng

Ilma di Kampung Warna Jodipan
Payungnya banyak harusnya gue comot satu ya

Ilma di Kampung Warna Jodipan
Huehe
Warga sini memang cerdas dalam membaca peluang bisnis. Sebagai milenial zaman now, pasti banyak yang menyukai spot-spot foto bagus lagi instagrammable, termasuk saya. Melihat potensi itu, warga banyak yang menyediakan properti gratis untuk foto (nggak dibawa pulang ya). Hal ini tentu sangat menarik minat kaum-kaum muda, sehingga eksistensi Kampung Warna Jodipan semakin menguat di mata khalayak umum.

Bisnis zaman now, menyediakan tempat foto-able. Haha.

Sepanjang jalan juga banyak yang menjual makanan ringan dan minuman. Jadi nggak perlu takut lapar bin dahaga. Medannya naik turun tangga ya guys, jangan lupa bawa duit buat mengisi perbekalan, hahaha. Lumayan ngos-ngosan menyusuri gang-gang kampung ini.

Meskipun banyak yang berjualan, tapi jalan-jalan di sini sangat-sangatlah bersih. Ini bukan hiperbola suwer. Beneran bersih. Daun kering setitik di jalanan pun nggak ada. Ini juga merupakan sisi positif. Karena banyak wisatawan yang datang berkunjung, maka warga semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

Hal lain yang saya suka, masjidnya terawat. Lumayan gede juga.

Jadi yang lagi di Malang, yukayuk ke sini!

Terus saya kepikiran, berarti kalo ada yang mau bertamu ke salah satu rumah di Kampung Jodipan harus bayar dong ya? Wkwk.