Tulisan ini bertujuan untuk memberikan update terbaru terhadap post saya ini. Tentang bagaimana Taman Siswa Project ITB (TSP ITB) saat ini.
Kenapa?
Saya kebetulan termasuk ke dalam lingkaran pertama di TSP ITB ini. Yang terjadi adalah orang-orang yang terlibat di sini menempatkan TSP ITB di prioritas yang berbeda, baik dari penyelenggara maupun peserta. Bisa jadi karena perbedaan visi. Ada yang sangat 'mengurusi', ada yang keberadaannya bahkan seperti 'ada dan tiada'. Saat agenda, yang dateng bisa dihitung dengan jari. Setiap saat selalu dipusingkan dengan tempat. Saya merasa ini bukanlah lingkungan yang kondusif untuk keberlanjutan TSP ITB ke depannya. Apalagi TSP yang di UI sendiri juga seakan kehilangan arahnya. Semuanya seakan terlepas begitu saja.
Hingga akhirnya terlontarlah pertanyaan paling fundamental.
"Masih mau lanjut nggak?"
And I said no.
No.
Saya nggak bisa kalo keadaannya seperti ini. Apalagi kondisi akademik di tahun depan akan jauh lebih hectic. Saya nggak yakin di masa mendatang saya bisa memprioritaskan TSP ITB seperti yang sebelumnya, apalagi melihat kondisi di lapangan yang tidak sesuai harapan. Apalagi melihat orang lain tidak memprioritaskan di nomor yang sama.
Saya jadi belajar satu hal. Untuk mewujudkan sebuah social project butuh massa dengan visi sama. Harus punya rasa urgency yang sama. Prioritasnya HARUS di nomor yang sama. Karena tidak ada satu hal pun yang mengikat dalam mengurus sebuah social project. Semua hanya berdasar rasa percaya dan kesadaran masing-masing untuk saling bantu.
Menyerah? Entahlah. Mungkin suatu saat nanti TSP ITB akan dibangkitkan lagi. Dengan sistem dan asas yang jauh lebih fresh dan mantap harusnya. Doakan saja. :)
Baca: Standing Together
(Masih) Salam edukasi!
P.S.
Untuk TSP Chapter Unpad sekarang berganti menjadi SHINE!. Independen dari Taman Siswa Project. Terkeren memang kawan-kawan di sana. Untuk kontaknya bisa via https://www.instagram.com/shinewik_official/. Cocok buat yang berada di daerah Jatinangor dan sekitarnya ya.